Selasa, 02 Juni 2015

Istana Kuning ( Kalteng )


Pangeran Adipatih Anta Kusuma  Adalah yang mendirikan satu-satunya Kerajaan di Kalteng ini, dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pangeran Adipatih merupakan anak ke empat dari Raja Banjar. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.
Sang pangeran pun memutuskan pergi untuk mendirikan kerajaan baru di daerah tengah Kalimantan. Ketika berkelana di hutan bersama dengan prajuritnya, sang Pangeran terkejut saat melihat puluhan pohon beringin besar yang tertata sangat rapih di pedalaman hutan, dan akhirnya menjadi inspirasi nama kesultanannya, yang berasal dari dua kata yaitu kuta (pagar) dan ringin (beringin).



Kesultanan Kutaringin merupakan Kerajaan Islam PERTAMA dan SATU-SATUnya di Kalimantan Tengah. Pada saat kekuasaan Pangeran Ratu Imannudin, raja ke sembilan kesultanan saat itu memutuskan memindahkan kerajaan ke daerah baru, dikarenakan daerah baru tersebut memiliki letak yang jauh strategis dan aman bagi sebuah kerajaan.

Istana Kerajaan baru Kesultanan Kutaringin diberi nama dengan Istana Kuning. Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), dan Pedahiran (ruang makan kerajaan). 
 

Gambar : Istana Kuning

Namun naas, pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 masih setia menunggu kembali di isi oleh Ditjen Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di setiap ruangannya.
Demikianlah Cerita singkat Mengenai Istana Kuning di Pangkalan Bun (Kalteng) semoga pembaca mudah Memahami isi dari riwayat cerita Istana Kuning ini.